JEMBER – Ketua Senkom Mitra Polri Kabupaten Jember, Hadi Purnomo, S.P., hadir langsung menyaksikan pemusnahan ribuan barang bukti hasil operasi kepolisian di Alun-Alun Jember, Kamis (26/2/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Polres Jember ini menyasar barang bukti berupa minuman keras (miras), narkotika, obat keras berbahaya (okerbaya), hingga knalpot brong yang selama ini meresahkan warga.
Kehadiran Senkom Jember dalam agenda ini menegaskan peran organisasi sebagai mitra aktif Polri dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman dan nyaman di wilayah Jember.
Kesan Ketua Senkom Jember: Bukti Nyata Penegakan Hukum
Hadi Purnomo, S.P., menyatakan kekagumannya atas hasil kerja keras jajaran Polres Jember dalam menekan peredaran barang-barang terlarang tersebut.
"Kami melihat ini sebagai bukti nyata komitmen Polres Jember dalam menjaga marwah kota ini. Pemusnahan miras dan narkotika adalah langkah preventif agar generasi muda kita tidak rusak. Secara khusus, pemusnahan knalpot brong sangat kami apresiasi karena itu adalah polusi suara yang sangat mengganggu ketenangan masyarakat," ujar Hadi Purnomo.
Ia juga menambahkan bahwa Senkom Jember siap menginstruksikan seluruh anggotanya di tingkat kecamatan hingga desa untuk terus memantau dan melaporkan potensi gangguan Kamtibmas di lingkungan masing-masing.
Pesan Tegas Kapolres Jember
Dalam sambutannya, Kapolres Jember menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk transparansi kepolisian kepada publik atas hasil operasi yang dilakukan selama ini.
Pemberantasan Tanpa Pandang Bulu: Kapolres menekankan keseriusan dalam menyikat peredaran miras ilegal dan okerbaya yang sering menjadi pemicu tindak kriminalitas.
Kenyamanan Publik: Penggunaan knalpot brong menjadi atensi khusus karena mengganggu ketertiban umum dan kenyamanan di jalan raya.
Ajak Sinergi Masyarakat: Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, dan organisasi mitra seperti Senkom untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah agar Jember tetap aman bagi semua.
Pemusnahan barang bukti oleh Polres Jember pada Kamis, 26 Februari 2026 yang bertepatan dengan momen menjelang atau di dalam bulan suci Ramadhan memiliki makna filosofis dan praktis yang sangat dalam.
1. "Pre-emptive Strike" (Langkah Pencegahan Dini)
Ramadhan adalah bulan di mana masyarakat fokus beribadah. Pemusnahan miras dan narkoba bermakna memutus rantai suplai barang haram yang berpotensi memicu kriminalitas. Dengan memusnahkan barang bukti tersebut, polisi memastikan bahwa potensi gangguan kamtibmas (seperti tawuran akibat miras atau balap liar) dapat ditekan sejak dini.
2. Simbol "Pembersihan" Lahir dan Batin
Secara spiritual, Ramadhan adalah bulan penyucian diri. Aksi pemusnahan ini menjadi simbol bahwa Jember sedang berbenah.
Miras & Narkoba: Melambangkan pembersihan penyakit masyarakat.
Knalpot Brong: Melambangkan penghilangan kebisingan dan egoisme di jalan raya. Ini sejalan dengan semangat umat Muslim yang sedang menyucikan hati, di mana lingkungan fisik pun ikut "disucikan" dari hal-hal negatif.
3. Memberikan Rasa Khusyuk dalam Beribadah
Salah satu poin penting adalah pemusnahan knalpot brong. Maknanya sangat praktis: Ketenangan. Polres Jember ingin memastikan warga dapat menjalankan salat Tarawih, tadarus, hingga istirahat sahur tanpa gangguan suara bising yang meresahkan. Ini adalah bentuk pelayanan negara dalam menjamin hak warga untuk beribadah dengan tenang.
4. Pesan Tegas: "Tidak Ada Ruang untuk Maksiat"
Pemusnahan di depan umum (Alun-Alun) berfungsi sebagai shock therapy. Pesannya jelas: Polres Jember tidak memberi toleransi bagi siapa pun yang mencoba mengotori kesucian bulan Ramadhan dengan peredaran miras ilegal atau obat-obatan terlarang.
5. Membangun Solidaritas Sosial (Ukhuwah)
Kehadiran tokoh agama (LDII), organisasi mitra (Senkom), dan Forkopimda menunjukkan bahwa menjaga kesucian Ramadhan bukan hanya tugas polisi, tapi tugas kolektif. Ini adalah momentum konsolidasi moral seluruh elemen masyarakat Jember.
Pemusnahan ini bukan sekadar rutinitas hukum, melainkan sebuah "Garansi Keamanan" dari Polres Jember agar masyarakat bisa menjalani ibadah puasa dengan perasaan aman, nyaman, dan jauh dari hiruk-pikuk kemaksiatan.














