Jember, 18 Oktober 2025
Senkom Mitra Polri Kabupaten Jember sukses menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Siaga Bencana Senkom Mitra Polri Tahun 2025. Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan personel dalam penanggulangan bencana ini diawali dengan apel pasukan yang diikuti oleh 140 personel Senkom.
Apel pasukan dilaksanakan di halaman Masjid Al-Manshurin Patrang Jember. Bertindak sebagai Pembina apel adalah Ketua Senkom Mitra Polri Kabupaten Jember, Hadi Purnomo, SP. Apel ini turut dihadiri oleh Kapolsek Patrang, AKP Suparman, Danramil Patrang, Kapten Arm Sugiono, Kepala Basarnas Jember, Dini Nur Fitriyah, dan Kepala BPBD Jember.
Usai apel, seluruh peserta Diklatsar melakukan kegiatan fisik berupa long march yang menantang, menyusuri alam persawahan, perbukitan, hingga susur sungai. Perjalanan panjang ini menguji fisik dan mental peserta, sebelum akhirnya tiba di garis finish, yaitu Kantor Basarnas Jember.
Di Kantor Basarnas, peserta mendapatkan materi inti terkait penanganan pertama pada korban dan simulasinya dari tenaga ahli Basarnas, Saudara Jatmika dan Erik.
Penjelasan Materi Pertolongan Pertama oleh Basarnas
Dalam sesi materi, Saudara Jatmika menjelaskan secara detail mengenai tindakan pertolongan pertama, termasuk langkah-langkah Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau yang dikenal dengan istilah CPR (Cardiopulmonary Resuscitation).
Menurut Jatmika, CPR adalah tindakan penyelamatan nyawa yang dilakukan ketika jantung berhenti berdetak atau napas terhenti. CPR terdiri dari kombinasi kompresi dada dan pemberian napas buatan. Tujuannya adalah menjaga aliran darah beroksigen ke otak dan organ vital hingga bantuan medis profesional tiba. Untuk korban dewasa, rasio yang dianjurkan umumnya adalah 30 kompresi dada diikuti dengan 2 kali napas buatan. Kompresi dada dilakukan di tengah dada dengan kedalaman sekitar 5 cm dan laju 100-120 kali per menit.
Selain CPR, Jatmika juga memaparkan penanganan korban dengan kondisi spesifik:
- Penanganan Korban Akibat Sesak Napas: Prioritas utama adalah memastikan jalan napas terbuka. Jika ada sumbatan (misalnya makanan), lakukan teknik Heimlich maneuver (dorongan perut). Jika sesak napas diakibatkan kondisi medis, pastikan korban dalam posisi nyaman, longgarkan pakaian, dan segera berikan bantuan oksigen jika tersedia sambil menunggu bantuan medis.
- Penanganan Korban Tidak Sadar:
- Periksa respons dan panggil bantuan.
- Pastikan keamanan lokasi.
- Periksa pernapasan. Jika bernapas, letakkan dalam Posisi Pemulihan (Recovery Position) untuk menjaga jalan napas tetap terbuka dan mencegah tersedak.
- Jika tidak bernapas dan tidak ada denyut nadi, segera mulai CPR.
3. Penanganan Korban Tenggelam:- Utamakan keselamatan penolong. Lakukan penyelamatan jika aman (misalnya dengan alat bantu lempar/jangkau).
- Setelah korban diangkat ke darat/tempat aman, segera cek pernapasan, letakkah korban dengan posisi kepala lebih bawah dari kaki
- Jika tidak bernapas, berikan 5 kali napas buatan awal sebelum memulai CPR (berbeda dari CPR biasa).
- Lanjutkan dengan siklus 30 kompresi dada: 2 napas buatan.
- Pastikan korban tetap hangat untuk mencegah hipotermia.
Motivasi Ketua Pelaksana dan Kesan Peserta
Ketua Pelaksana Diklatsar, Saudara Hasan, menyampaikan motivasinya dalam kegiatan ini: "Motivasi utama kami adalah menanamkan semangat dan keterampilan kesiapsiagaan bencana kepada seluruh anggota Senkom. Kami ingin Senkom Mitra Polri Jember menjadi garda terdepan, yang siap siaga 24 jam non-stop, dengan kemampuan yang mumpuni untuk membantu masyarakat kapan pun dan di mana pun terjadi musibah. Melalui Diklatsar ini, kami wujudkan komitmen untuk selalu hadir dan menjadi bagian solusi bagi Jember yang aman dan tangguh bencana."
Sementara itu, salah satu peserta Diklatsar, Saudara Yulianto, mengungkapkan kesan positifnya: "Pelatihan ini sangat berharga dan membuka mata kami. Long march yang kami jalani tadi memang melelahkan, tapi simulasi dan materi dari Basarnas, terutama tentang teknik CPR dan penanganan korban tenggelam, sangat praktis dan mudah dipahami. Kami kini merasa lebih percaya diri dan siap untuk terjun langsung, karena kami tahu apa yang harus kami lakukan di masa-masa kritis. Ilmu ini adalah bekal terpenting kami sebagai mitra Polri dan masyarakat."
Apresiasi Ketua Senkom Jember
Ketua Senkom Mitra Polri Kabupaten Jember, Hadi Purnomo, SP, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan Diklatsar ini.
"Saya sangat bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta dan panitia. Kegiatan ini bukan hanya sekadar latihan fisik dan pemberian materi, tetapi adalah penanaman nilai-nilai kemanusiaan dan kesiapsiagaan. Kami ingin Senkom Jember menjadi organisasi yang solid, profesional, dan cepat tanggap. Dengan bekal ilmu dari Basarnas, 140 personel ini kini memiliki kemampuan dasar yang krusial untuk menolong nyawa. Kehadiran kami adalah wujud nyata kemitraan dengan Polri dan komitmen kami untuk selalu siaga di garis terdepan penanggulangan bencana di Jember," ujar Hadi Purnomo.
Komentar Kepala Basarnas Jember
Kepala Basarnas Jember, Dini Nur Fitriyah, menyambut baik inisiatif Senkom Mitra Polri dan menekankan pentingnya sinergi.
"Kami dari Basarnas sangat mengapresiasi semangat dan antusiasme rekan-rekan Senkom. Mereka telah menjalani pelatihan yang intensif, mulai dari long march hingga simulasi penanganan korban. Kemampuan Medical First Responder (MFR) yang diberikan, khususnya CPR dan penanganan korban tenggelam, adalah keterampilan dasar yang dapat menyelamatkan nyawa pada 'menit-menit emas' sebelum tim medis tiba. Kami berharap Senkom menjadi Potensi SAR yang kuat dan terkoordinasi, siap bahu-membahu bersama Basarnas dan instansi lain dalam setiap operasi pencarian dan pertolongan," kata Dini Nur Fitriyah.
Komentar Kapolsek Patrang
Kapolsek Patrang, AKP Suparman, menyoroti peran strategis Senkom sebagai mitra keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
"Senkom Mitra Polri adalah mata dan telinga kami di tengah masyarakat. Keberadaan mereka dalam Diklatsar Siaga Bencana ini menunjukkan bahwa kemitraan tidak hanya terbatas pada masalah keamanan, tetapi meluas ke ranah kemanusiaan dan kebencanaan. Kami sangat mendukung inisiatif peningkatan kapasitas seperti ini. Personel Senkom yang terlatih adalah aset berharga yang membantu Polri dan TNI dalam menjaga Kamtibmas serta memberikan pertolongan pertama pada situasi darurat di wilayah Patrang dan Jember secara umum. Sinergi ini harus terus kita perkuat," tegas AKP Suparman.
Kegiatan Diklatsar ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Senkom Mitra Polri dengan unsur TNI/Polri, Basarnas, dan BPBD, demi terwujudnya tim penanggulangan bencana yang solid dan responsif di Kabupaten Jember.